Potensi Unggulan Desa

Ruwah Kubur

Di Desa Keretak Kecamatan Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah terdapat keunikan yang mungkin tidak terdapat didaerah lain di Indonesia, yaitu memiliki empat “hari raya atau lebaran” (yaitu: Kenduri Ruwah Kubur; Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW; Lebaran Idul Fitri; dan, Lebaran Idul Adha atau Hari Raya Kurban/Lebaran Haji) yang semuanya melibatkan peran serta seluruh warga desa, sehingga suasana desa tampak ramai seperti saat merayakan Hari Raya Lebaran. Sehingga diibaratkan masyarakat di Desa Keretak memiliki empat kali lebaran.

Tradisi Ruwah Kubur di Desa Keretak pelaksanaannya tanggal 12 Ruwah atau 12 Sya’ban dan ini membedakannya dari desa-desa lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang pada umumnya dilaksanakan pada tanggal 15 Ruwah atau 15 Sya’ban (bertepatan dengan malam Nisfu Sya’ban). Berikut beberapa versi asal usul dilaksanakannya tradisi ruwah kubur pada tanggal 12 Ruwah atau 12 Sya’ban. Umumnya informasi mengenai asal usul tradisi ruwah kubur hanya berupa cerita rakyat (folklore) yang diceritakan dari generasi ke generasi.

Kesibukan masyarakat Desa Keretak telah terlihat sejak satu hari sebelum hari-H. Maklum, selain mereka akan mengikuti perayaan Yasinan dan Tahlilan Ruwah Kubur, hari itu juga desa mereka akan kedatangan banyak tamu. Selain tamu-tamu yang terdiri dari para pejabat juga sanak saudara dan kerabat yang datang dari desa atau daerah lain. Bahkan tidak sedikit warga Desa Keretak yang pergi merantau menyempatkan diri untuk pulang kampung. Bagi masyarakat Desa Keretak, ritual perayaan ruwah kubur sudah menjadi tradisi sejak dulu, disamping itu juga sebagai kesempatan untuk dapat bersilaturahmi dengan keluarga dan handai taulan.

Sebagai tuan rumah, penduduk Desa Keretak berupaya menyambut kedatangan para tamu dengan sebaik mungkin. Sebagai wujud penghormatan kepada pemimpin daerahnya, spanduk ucapan selamat datang telah dipasang pada pintu masuk lokasi perayaan. Suasana perayaan Ruwah Kubur adalah yang termeriah dibanding perayaan hari-hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, Idul Adha dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Hampir setiap keluarga menyediakan berbagai macam makanan untuk dinikmati bersama para tamu.

 

Sumber Air Panas Desa Keretak

Desa Keretak Kecamatan Sungaiselan ternyata memiliki potensi alam yang luar biasa. Selain ritual Ruwah Kubur, desa yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Simpangkatis ini, sejak dulu menyimpan potensi wisata berupa pemandian air hangat yang masih alami.

Lokasi sumber air panas Desa Keretak sendiri terbilang strategis dan mudah dijangkau dari arah Desa Lampur maupun dari arah Simpangkatis. Dari jalan raya, lokasi sumber air panas tersebut hanya berjarak sekitar 500 meter.